Selamat Datang Dikota Palu Sulawesi Tengah ,

Kota Palu secara geografis memiliki pembagian wilayah gunung lembah dan pesisir laut,  yang kesemuannya terdapat budaya dan seni yang sangat karasteristik dengan wilayahnya. Wilayah ketinggian atau pegunungan terdapat budaya yang khas dengan alamnya, demikian pula dengan wilayah lembah, seni dan budaya yang tumbuh berbeda dengan apa yang ada di pegunungan dan diwilayah pesisir,  namun nilainya

a tetap sama. Potret perkembangan seni budaya di Sulawesi Tengah Khususnya Kota Palu mengalami Pasang Surut, dan perlu mendapat perhatian serius. Dalam dunia pendidikan khususnya  seni budaya di kota Palu beberapa sekolah mulai menjadikan Budaya sebagai muatan Lokal dan seni sebagai pendidikan kreatifitas. Sudah mulai nampak usaha dari setiap sekolah dengan segala upaya baik pendekatan kultur maupun Nasional. Sebab secara kultur mayoritas masyarakat Kota Palu suku Kaili penghuni As

li lembah Palu selebihnya adalah pendatang. Perkembangan seni Budaya disekolah ini pun masih terkendala dengan kurangnya Alat Musik pendukung misalnya alat musik tradisional. Selain itu untuk menguasai intrumentradisi lokal butuh keahlian khusus bagi pengajar, daerah ini pula memiliki keterbatasan produsen alat instrumentnya sebab terhitung langka dan dianggap hampir menga

lami kepunahan. Perkembangan ini pun terkendala, sehingga lebih banyak siswa memperlajari seni modern dibanding senin tradisi. Diselah aktivitas sekolah yang begitu tinggi untuk memberi ruang kre

asi bagi siswa terkadang jenuh dengan kreativitas kekinian, tentunya butuh kegiatan ekstra yang mengarah pada pelestrian Seni dan Budaya lokal. Berbagai usaha sekolah dengan melakukan pendekatan kepada tradisi pelaku seni tradisi yang memiliki keahliah khusus. Keahliah khusus dimaksud adalah yang menguasai instrument dan tata cara memainkannya harus mendatangkan pelatih langsung adalah pelaku seni tradisi yang ada di kota Palu,yang sudah mahir dan berpengalaman. Perkembangan dunia pendidikan khusus dibidang lain terus dikembangkan namun perlu diimbangi dengan pengetahuan budaya, sebab untuk mengenal jatidirinya pelajar perlu mengenal budayaanya sehingga menjadi identitas dan kepribadian yang luhur , tidak mudah terpengaruh perkembangan budaya baru yang tidak mendidik dan menyimpang.  Tentu merupakan tugas semua elemen untuk memperhatikan setiap saat.

t perkembangan kebudayaan ini terutama generasi muda, karena ketidakpedulian terhadapnya, akan menyebabkan generasi muda tidak mengenal kebudayaannya sendiri. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota palu sebagai perpanjangan tangan  pemerintah melihat betapa pentingnya melakukan upaya Revitalisasi Budaya Lokal Khususnya kesenian tradisi daerah untuk diterapkan serius disekolah – sekolah. Dengan memperkenalkan budaya sejak dini kepada generasi,  diharapkan kedepan generasi kita akan tumbuh berdaya saing dengan karakter ke Indonesiaan yang lahir dari suku-suku bangsa yang berbeda namun satu dalam nilai dan prilaku budaya. Dalam setiap wilayah terkandung Makna dan tujuan untuk menuju kearah yang lebih baik dengan berpegang teguh pada akar kebudayaan lokal yang arif.

Program Pertunjukan Seni Budaya PALU PERKUSI adalah event yang baru pertama kali digagas Pemerintah Kota Palu mengambarkan tiga kondisi perkembangan seni budaya, di tiga wilayah (Ketinggian, lembah, dan Pesisir pantai). Di Pegununganlah Tempat budaya asli masih dapat kita rasakan dan saksikan, di lembah kita telah mengalami perkembangan dan dipesisir terus berakulturasi dengan kebudayaan luar. Even ini dilaksanakan setiap setahun sekali dalam skala yang luas menjadi rangkaian kegiatan “Indonesiana” yaitu tag line dari program kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia tahun 2018